Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengatakan, proses menuju pelaksanaan Muktamar ke-35 PBNU mulai dijalankan setelah kesepakatan islah di Lirboyo dinyatakan selesai dan final.
Sebelumnya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Gus Yahya telah bertemu untuk islah. Pertemuan itu digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada Kamis (25/12).
Gus Yahya menegaskan, dalam kesepakatan islah tersebut, seluruh persoalan yang selama ini diperdebatkan disepakati untuk ditinggalkan. PBNU kembali berpegang pada hasil Muktamar ke-34 di Lampung.
“Kesepakatan untuk islah itu sudah settle, di Lirboyo sudah jelas bahwa semua persoalan ditinggalkan. Kembali kepada hasil Muktamar Lampung ke-34,” ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (15/1) sore.
Ia menegaskan, kepemimpinan NU tetap berada di tangan mandataris Muktamar ke-34 di Lampung.
“Kepemimpinan tetap pada mandataris Muktamar ke-34 di Lampung untuk bersama-sama mempersiapkan dan memimpin pelaksanaan Muktamar berikutnya,” tuturnya.
Gus Yahya mengungkapkan, PBNU akan menjalankan prosedur formal menuju Muktamar ke-35, dimulai dari rapat di tingkat PBNU hingga pelaksanaan forum permusyawaratan.
“Mulai dari rapat-rapat di tingkat PBNU sampai kemudian menggelar forum permusyawaratan yang di NU kita sebut sebagai Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU,” kata dia.
Gus Yahya menjelaskan, seluruh materi Muktamar, termasuk penetapan waktu dan tempat, harus ditentukan melalui Munas dan Konbes tersebut.
“Muktamar itu materinya harus ditetapkan oleh Munas dan Konbes. Kemudian waktu dan tempatnya juga harus ditetapkan melalui Munas dan Konbes,” imbuhnya.
Terkait waktu pelaksanaan Muktamar ke-35, Gus Yahya menyatakan belum ada estimasi bulan yang ditetapkan. Ia menegaskan, kesepakatan di Lirboyo hanya memastikan Muktamar ke-35 akan terlaksana.
“Belum. Kesepakatan Lirboyo itu pokoknya Muktamar ke-35, titik. Jadi ndak ada embel-embel apa pun,” tegasnya.
Selain itu, Gus Yahya mengatakan, dirinya telah berkomunikasi dengan Rais Aam dan menyepakati sejumlah langkah awal. Salah satunya adalah penyelenggaraan peringatan Hari Lahir NU pada 31 Januari mendatang.
“Kita insyaallah tanggal 31 Januari nanti akan menyelenggarakan peringatan Hari Lahir NU yang ke-100 tahun menurut kalender Masehi atau 103 tahun menurut kalender Hijriah. Itu bersama-sama Rais Aam dengan saya sebagai Ketua Umum,” tandas dia.
Pertemuan di Lirboyo tersebut mengakhiri sengketa yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Kedua belah pihak sepakat menyelenggarakan Muktamar ke-35 PBNU secara bersama-sama.
“Alhamdulillah, hari ini kita semua menjadi saksi sebuah peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam telah menyepakati bahwa solusi terbaik untuk jam’iyah adalah melalui Muktamar bersama,” ujar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf usai pertemuan, sebagaimana siaran pers yang diterima kumparan, Kamis (25/12).
Musyawarah ini rupanya kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang juga digelar di tempat yang sama beberapa hari sebelumnya. Para Masyayikh menilai sengketa yang dipicu keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam—yang dinilai tidak sah dan tidak sesuai AD/ART NU...

2 hours ago
1






































