REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar wacana. Keterlibatan aktif generasi muda menjadi kunci penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem, terutama di tengah meningkatnya ancaman terhadap pohon-pohon langka dan pohon lokal akibat degradasi lingkungan dan alih fungsi lahan.
Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Talkshow dan Penanaman Pohon Langka Indonesia yang digelar oleh Biodiversity Warriors Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (BW KEHATI) di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat, Rabu yang didukung oleh Bank Shinhan (11/2/2026). Kegiatan ini menggabungkan edukasi dan aksi lapangan melalui diskusi interaktif serta penanaman pohon langka bersama anggota Biodiversity Warriors dan Saka Wanabakti.
Adapun jenis pohon langka yang ditanam yaitu Dehaasia pugerensis jenis endemik Jawa Timur, Lithocarpus kostermansi jenis endemik Jawa bagian Barat, Heritiera percoriacea endemik Jawa bagian Barat, dan Vatica javanica jenis endemik Jawa bagian Barat. Selain itu, para peserta juga akan menanam beberapa jenis pohon lokal yang disediakan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta.
Sebelum kegiatan penanaman, para peserta melalui kegiatan talkshow dibekali pengetahuan tentang pohon langka, pengenalan terhadap gerakan citizen science dan investasi hijau. Topik-topik ini sangat relevan dengan permasalahan konservasi ke depan yang tidak hanya berfokus kepada aksi di lapangan, namun juga nilai-nilai keberlanjutan.
Pada sambutannya, Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat terutama anak muda menjadi faktor penentu keberhasilan konservasi.
“Konservasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan organisasi lingkungan. Generasi muda perlu dilibatkan sebagai citizen scientist agar pelestarian berbasis data dan aksi nyata dapat berjalan berkelanjutan.
Anggota Forum Pohon Langka Indonesia sekaligus Peneliti BRIN Dipta Sumeru Rinandio, pada paparannya menegaskan bahwa pohon langka memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Pohon langka bukan hanya soal spesies yang jumlahnya sedikit, tetapi tentang fungsi ekologis yang tidak tergantikan. Mereka menjadi penyedia habitat, penyerap karbon, sekaligus penyangga sistem hidrologi. Ketika satu jenis pohon hilang, dampaknya bisa berantai pada ekosistem secara keseluruhan,” ujar Dipta.
Pada sesi terakhir, Branch Manager Kantor Cabang Bank Shinhan Budiyanto kepada para peserta membahas peran investasi hijau dan literasi keuangan berkelanjutan bagi generasi muda. Peserta diajak memahami keterkaitan antara aksi lingkungan, pilihan finansial yang bertanggung jawab, dan dampak positif bagi keberlanjutan di masa depan.
Rika sangat mengapresiasi dukungan Bank Shinhan pada acara talkshow dan penanaman yang dilakukan.
“Pendekatan yang menggabungkan edukasi, kolaborasi, dan aksi lapangan menjadi strategi penting dalam membangun gerakan konservasi yang inklusif. Dukungan yang diberikan oleh semua pihak, baik dari pihak Distamhut DKI Jakarta dan Bank Shinhan bukan sekadar simbol, tetapi langkah awal membangun hubungan jangka panjang semua pihak untuk menciptakan dampak kegiatan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.

1 day ago
2







































