Singapura (ANTARA) - Presiden sekaligus CEO Asia Pacific Foundation of Canada (APF) Jeff Nankivell mendorong Kanada-Asia membangun kemitraan baru dalam menghadapi situasi dunia yang tidak menentu.
"Kita sudah tahu apa yang harus dilakukan, dan kehadiran saat ini telah menunjukkan bahwa Anda sudah mulai bertindak," kata Nankivell dalam sambutannya pada Konferensi Canada in Asia (CIAC) 2026 di Singapura pada Senin.
Menurutnya, situasi tersebut menjadi penanda bahwa dunia kini memasuki wilayah yang belum pernah dipetakan sebelumnya, sehingga menuntut negara-negara untuk bertindak bersama.
Ia juga menjelaskan bahwa awal Februari Kanada menjadi negara pertama yang mendapat ancaman tarif besar-besaran dari pemerintahan baru Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.
Nankivell mengutip pernyataan Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney yang berbunyi "Jika Anda tidak duduk di meja perundingan, Anda bisa saja menjadi santapan".
Ia menggambarkan forum CIAC2026 sebagai "meja bersama" bagi para pemangku kepentingan untuk membangun kemitraan baru menghadapi masa depan yang tidak menentu.
CIAC2026 mempertemukan lebih dari 550 inovator, pemimpin pemikiran, dan pembuat kebijakan untuk membahas lanskap ekonomi Indo-Pasifik serta peluang kolaborasi dalam hubungan Kanada–Asia.
Forum CIAC mengangkat berbagai tema lintas sektor dan pendekatan untuk mempercepat diversifikasi ekonomi dan inovasi, serta membahas tantangan global seperti gangguan rantai pasok, ketahanan pangan, inovasi teknologi, dan investasi.
Hadir pula sejumlah perwakilan Indonesia di antaranya Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kadin Indonesia Devi Erna Rachmawati, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko B. Witjaksono dan CEO Otoritas Indonesia Invesment Authority (INA) Ridha Wirakusumah.
Baca juga: Kanada tegaskan komitmen perdagangan, integrasi ekonomi Asia-Pasifik
Baca juga: Sekjen ASEAN optimistis ASEAN-Kanada FTA diteken tahun ini
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
6







































