REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Henhen Suhaeni, salah seorang guru yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SMAN 13 Bandung bidang humas menceritakan awal mula diminta mengosongkan SMAN 13 Bandung oleh ahli waris yang mengeklaim pemilik tanah. Namun, pihaknya berdialog dengan ahli waris dan meminta agar tidak melaksanakan pengosongan.
"Untuk kronologis kemarin (Senin), jam setengah 6 saya ditelepon pihak keamanan sekolah dimana katanya sedang bersama lawyer dan pihak penggugat. Katanya sekolah akan dilakukan penggembokan," ucap dia bersama Wakil Ketua DPRD Jabar Siti Muntamah ditemui di SMAN 13 Bandung, Selasa (10/2/2026).
Ia pun meminta kebijaksanaan para pengacara dan ahli waris agar para siswa terlebih dahulu masuk ke sekolah. Selanjutnya, Henhen meminta agar para ahli waris yang mengeklaim tanah menunggu pimpinan sekolah.
"Alhamdulillah permintaan itu didengar, memang posisinya sudah ramai, termasuk yang di sebelah SPBU juga ramai dan begitu datang pimpinan terjadi negosiasi," kata dia.
Ia menyebut ahli waris mengeklaim telah memiliki bukti bahwa tanah yang ditempati SMAN 13 Bandung milik mereka. Namun, pihaknya merasa surat gugatan tidak jelas. Akan tetapi, para ahli waris mengeklaim bisa melakukan eksekusi mandiri.
"Yang saya lihat secara berkas tidak ada (bukti), tapi mereka menunjukkan handphone mungkin ada di situ ya," kata dia.
Setelah rombongan ahli waris dan rombongannya pergi, Henhen melanjutkan datang dari pihak Disdik Pemprov Jabar. Ia menyebut Disdik Provinsi Jabar menegaskan tidak boleh terdapat eksekusi pengosongan atau penyegelan.
"Jadi berdasarkan itu ya mungkin mengarahnya ke pemerintah daerah, bukan ke sekolah. Karena kami di sini hanya penerima manfaat," kata dia.
Ia menyebut dampak langsung atas proses sengketa lahan itu tidak ada termasuk kepada kegiatan pembelajaran atau penyaluran makan bergizi gratis (MBG). Namun, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan.
"Untuk hari ini juga alhamdulillah aman lancar," kata dia. Ia mengajak para siswa untuk menyikapi masalah itu tetap tenang serta menjaga kondusifitas.
Sebelumnya, puluhan orang melakukan penutupan SPBU di Jalan Cibereum Kota Bandung serta memasang plang kepemilikan lahan sebanyak 14 titik termasuk lahan SMAN 13 Bandung pada Senin (9/2/2026). Mereka mengeklaim pemilik tanah itu.
Salah seorang murid Yusuf (17 tahun) mengaku khawatir dengan adanya masalah sengketa lahan di SMAN 13 Bandung. Apalagi ia bersama rekan rekan lainnya tengah fokus persiapan untuk ujian nasional.
"Iya khawatir dan mudah-mudahan selesai," kata dia.

2 days ago
5







































