Demo berkepanjangan di Iran yang telah berlangsung akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026 makan banyak korban. Sebab, serangkaian demo ini berujung kericuhan di berbagai tempat di Iran.
Pemerintah juga mengambil tindakan tegas untuk mengendalikan massa. Berikut adalah estimasi jumlah korban tewas, yang dilaporkan dari sejumlah lembaga HAM, PBB dan Pemerintah Iran.
Laporan dari Lembaga HAM 2.000-3.000 Tewas
Pada Jumat (16/1) AFP, menghimpun data dari berbagai sumber terkait jumlah korban tewas imbas demo di Iran. Salah satunya adalah Organisasi HAM yang fokus pada Iran dan berbasis di Norwegia, IHR.
IHR mencatat ada 3.428 korban tewas. Jumlah itu diverifikasi lewat dua cara, yakni mengumpulkan data dari Kementerian Kesehatan Iran sejak 8-12 Januari 2026 dan berbagai sumber lain yang ada di Iran.
IHR menyebut bisa saja jumlah tersebut lebih tinggi, karena informasi yang terbatas akibat pemadaman internet di Iran.
Lalu, Aktivis Hak Asasi Manusia Iran (HRANA) menyebut angka kematian bisa mencapai 2.677. Jumlah tersebut adalah yang terkonfirmasi. Mereka menyebut, ada 1.693 kasus yang tengah diinvestigasi.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyampaikan kepada Fox News, jumlah korban tewas akibat demo di Iran mencapai 'ratusan' saja. Ia membantah laporan aktivis dan kelompok-kelompok di luar Iran, dan menyebut mereka 'melebih-lebihkan'.
"Tujuannya, untuk menggambarkan bahwa Presiden Donald Trump adalah tokoh yang baik jika saat menyebar ancaman serangan ke Iran karena banyaknya demonstran yang tewas," kata Aragchi.
Iran juga menyebut, ada belasan personel keamanan yang tewas akibat demo tersebut. Tapi jumlahnya belum final.
Kepala Komisi Tinggi HAM PBB (OHCHR) Volker Turk merasa ngeri dengan apa yang terjadi di Iran. Terutama tindakan yang dilakukan terhadap para demonstran.
"Banyak laporan yang menyebut bahwa ratusan orang mungkin tewas," kata Turk.
Namun, jumlahnya mungkin lebih tinggi lagi dari laporan yang diterima.
"Kami menerima laporan dari IHR dan lembaga-lembaga lainnya, tapi mungkin saja jumlahnya lebih tinggi. Sebab, kami melihat ada peningkatan kekerasan yang tak pernah kami lihat sebelumnya di masa lalu Iran," kata Jubir OHCHR, di Jenewa kepada AFP.

4 hours ago
3






































