Sebanyak tiga gedung baru Sekolah Rakyat (SR) akan dibangun di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Satu lokasi berada di Lendah, Kulon Progo, sementara dua lainnya direncanakan di Kapanewon Seyegan dan Moyudan, Kabupaten Sleman.
Saat ini, terdapat dua Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi di DIY, yakni SR Sonosewu di Bantul dan SR Purwomartani di Sleman. Kedua sekolah tersebut menggunakan gedung milik Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang telah difungsikan sebelum program Sekolah Rakyat dibentuk.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Endang Patmintarsih, mengatakan pembangunan fisik baru saat ini baru berjalan di Kulon Progo, sedangkan dua lokasi di Sleman masih dalam tahap administrasi lahan.
“Iya (SR di Kulon Progo sudah dalam tahap pembangunan), selanjutnya provinsi dan Sleman ini berproses administrasi lahannya,” kata Endang saat dihubungi Pandangan Jogja, Selasa (13/1).
Endang menyebut belum dapat memastikan waktu dimulainya pembangunan gedung SR di Sleman. Namun, pihaknya berharap proses pembangunan bisa segera berjalan.
“Logikanya belum (belum bisa dibangun di 2026), tapi harapannya semoga bisa,” ujarnya.
Untuk proyek SR di Kulon Progo, lokasi pembangunan berada di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah. Sekolah ini ditargetkan rampung pada Juli 2026 dan dirancang menampung hingga 1.080 siswa untuk tiga jenjang pendidikan sekaligus dengan sistem asrama atau boarding school.
Selain ruang kelas dan asrama, kawasan Sekolah Rakyat di atas lahan seluas 7,1 hektare tersebut juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti kantin, tempat ibadah, dan lapangan sepak bola.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Daerah Istimewa Yogyakarta, Haryo Satriyawan, mengatakan spesifikasi dan prototipe bangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo disesuaikan dengan standar nasional.
“Spesifikasi dan prototipe bangunan ini dipastikan seragam dengan 104 lokasi lainnya di seluruh Indonesia sebagai standar nasional pembangunan prasarana strategis pendidikan,” kata Haryo.

4 hours ago
4




































