2.842 warga Jalur Gaza menghilang tanpa jejak akibat serangan Israel

1 day ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Istanbul (ANTARA) - Sebuah investigasi khusus yang dilakukan Al Jazeera berhasil mendokumentasikan menghilangnya sekitar 2.842 warga Palestina di Jalur Gaza sejak Israel menyerbu wilayah itu dan melakukan genosida.

Laporan khusus itu mengaitkan fenomena menghilangnya warga Gaza tersebut dengan penggunaan senjata bersuhu sangat tinggi yang mampu menguapkan jaringan tubuh manusia. Investigasi bertajuk The Rest of the Story yang ditayangkan pada Senin (9/2) mengutip data yang dihimpun tim Pertahanan Sipil Gaza sejak perang pecah pada Oktober 2023.

Dokumentasi forensik korban hilang

Menurut laporan Al Jazeera, angka 2.842 warga Palestina yang diklasifikasikan sebagai “menguap” itu didasarkan pada dokumentasi lapangan, bukan sekadar perkiraan.

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tim penyelamat menggunakan metode eliminasi di lokasi serangan, dengan membandingkan jumlah orang yang diketahui berada di dalam bangunan yang menjadi sasaran dengan jumlah jenazah yang ditemukan setelahnya.

“Jika sebuah keluarga memberi tahu kami ada lima orang di dalam, dan kami hanya menemukan tiga jenazah utuh, maka dua sisanya baru kami klasifikasikan sebagai ‘menguap’ setelah pencarian menyeluruh tidak menemukan apa pun selain jejak biologis,” kata Basal, merujuk pada percikan darah atau fragmen kecil seperti kulit kepala.

Ia menegaskan bahwa klasifikasi tersebut dilakukan hanya setelah pencarian di bawah reruntuhan, rumah sakit, dan kamar jenazah tidak menemukan sisa tubuh yang dapat diidentifikasi.

Keluarga mencari tanpa kepastian

Investigasi itu juga memuat kesaksian warga Palestina yang mencari anggota keluarga mereka yang hilang akibat serangan Israel.

Yasmin Mahani mengatakan ia menyusuri reruntuhan Sekolah al-Tabin di Gaza City saat fajar pada 10 Agustus 2024 untuk mencari putranya, Saad, setelah serangan Israel.

“Saya masuk ke masjid dan mendapati diri saya menginjak daging dan darah,” ujar Mahani kepada Al Jazeera Arabic.

Yasmin menuturkan ia mencari di rumah sakit dan kamar jenazah selama berhari-hari, namun tidak menemukan jejak putranya.

“Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Itu yang paling berat.”

Senjata bersuhu ekstrem

Sejumlah pakar militer yang diwawancarai dalam investigasi tersebut mengaitkan kasus hilangnya korban dengan penggunaan sistematis senjata termobarik dan termal oleh Israel, yang kerap disebut sebagai bom vakum atau bom aerosol.

Pakar militer Rusia, Vasily Fatigarov, menjelaskan bahwa senjata semacam itu menyebarkan awan bahan bakar yang kemudian menyala menjadi bola api besar, menghasilkan suhu dan tekanan ekstrem.

“Untuk memperpanjang waktu pembakaran, bubuk aluminium, magnesium, dan titanium ditambahkan ke dalam campuran kimia,” kata Fatigarov. Ia menambahkan bahwa hal itu dapat meningkatkan suhu ledakan hingga antara 2.500 sampai 3.000 derajat Celsius.

Laporan tersebut menyebutkan efek serupa juga dihasilkan oleh tritonal, campuran TNT dan bubuk aluminium yang digunakan dalam sejumlah bom buatan Amerika Serikat.

Jenis amunisi yang teridentifikasi

Investigasi itu mengidentifikasi sejumlah amunisi yang digunakan di Gaza, termasuk bom MK-84 buatan AS, bom penghancur bunker BLU-109, dan bom luncur presisi GBU-39.

Menurut laporan tersebut, GBU-39 digunakan dalam serangan di Sekolah al-Tabin. Fatigarov mengatakan senjata itu dirancang agar struktur bangunan relatif tetap utuh, namun menghancurkan seluruh bagian dalam melalui gelombang tekanan dan panas.

Basal menyebut tim Pertahanan Sipil menemukan fragmen yang sesuai dengan komponen GBU-39 di sejumlah lokasi serangan di mana jenazah tidak dapat ditemukan.

“GBU-39 dirancang untuk menjaga struktur bangunan relatif tetap utuh, tetapi menghancurkan semua yang ada di dalamnya,” ujar Fatigarov. “Senjata ini membunuh melalui gelombang tekanan yang merobek paru-paru serta gelombang panas yang membakar jaringan lunak.”

Investigasi itu juga menyebut penggunaan bom penghancur bunker BLU-109 dalam serangan Israel di al-Mawasi, wilayah yang sebelumnya dinyatakan Israel sebagai zona aman bagi warga Palestina yang mengungsi pada September 2024. Laporan tersebut menyatakan bom itu menyebabkan 22 orang “menguap”.

Bom tersebut memiliki selubung baja dan sumbu tunda, sehingga menembus tanah atau bangunan sebelum meledak dengan campuran bahan peledak PBXN-109, menciptakan bola api besar di ruang tertutup dan membakar segala sesuatu dalam jangkauannya.

Selain itu, laporan tersebut juga menyinggung bom MK-84 “Hammer”, bom tanpa pemandu seberat sekitar 900 kilogram yang diisi tritonal dan mampu menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celsius.

Penjelasan medis

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Dr. Munir al-Bursh, menjelaskan dampak biologis dari senjata tersebut. Ia menyebut tubuh manusia terdiri atas sekitar 80 persen air.

“Titik didih air adalah 100 derajat Celsius,” kata al-Bursh.

“Ketika tubuh terpapar energi lebih dari 3.000 derajat disertai tekanan dan oksidasi masif, cairan tubuh langsung mendidih. Jaringan menguap dan berubah menjadi abu. Secara kimiawi, hal itu tak terhindarkan.”

Implikasi hukum

Pakar hukum yang dikutip dalam investigasi tersebut menyatakan penggunaan senjata yang tidak mampu membedakan antara warga sipil dan kombatan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional.

Pengacara Diana Buttu, dosen di Georgetown University di Qatar, mengatakan tanggung jawab tidak hanya berhenti pada Israel.

“Ini adalah genosida global, bukan hanya genosida Israel,” ujarnya, seraya berpendapat bahwa pengiriman senjata secara berkelanjutan oleh pemasok asing menunjukkan adanya keterlibatan.

“Kita melihat aliran senjata ini terus berlangsung dari Amerika Serikat dan Eropa. Mereka tahu senjata ini tidak membedakan antara petempur dan anak-anak, tetapi tetap mengirimkannya.”

Ia menambahkan bahwa hukum internasional melarang penggunaan senjata yang tidak dapat membedakan antara warga sipil dan kombatan.

Akuntabilitas dipertanyakan

Investigasi itu menyebut temuan tersebut muncul meski Mahkamah Internasional pada Januari 2024 telah memerintahkan langkah sementara agar Israel mencegah tindakan genosida.

Selain itu, Mahkamah Pidana Internasional pada November 2024 mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu.

Guru besar hukum internasional Tariq Shandab menilai sistem peradilan internasional telah gagal dalam ujian Gaza.

“Blokade terhadap obat-obatan dan makanan itu sendiri merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” katanya. Ia menambahkan bahwa prinsip yurisdiksi universal di pengadilan negara lain dapat menjadi jalur hukum alternatif jika ada kemauan politik.

Bagi keluarga korban, definisi hukum tidak menghapus duka. Rafiq Badran, yang kehilangan empat anaknya dalam serangan Israel di kamp pengungsi Bureij, mengatakan ia hanya menemukan fragmen untuk dimakamkan.

“Empat anak saya menguap begitu saja,” katanya kepada Al Jazeera. “Saya mencarinya berkali-kali. Tidak ada satu potong pun yang tersisa. Ke mana mereka pergi?”

Sumber: Anadolu

Baca juga: PBB: Kekurangan air parah di Gaza masih berlanjut

Baca juga: Krisis medis Gaza makin parah, obat nyeri jadi barang mewah

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article